Laman

Jumat, 15 Juli 2011

Upah Kemalasan

Di suatu daerah pertanian, seorang petani mempunyai seekor lembu jantan dan seekor kuda. Kedua binatang itu bersama-sama dipasang dalam sebuah pasangan penarik bajak yang dipakai untuk membajak kebun. Setelah beberapa hari terus menerus menarik bajak, dan setelah lembu jantan dan kuda itu dimasukkan dalam kandang dan mendapat makanan segar dan air minum secukupnya untuk satu malam, kemudian lembu jantan itu berkata kepada kuda itu :  

“Kita telah bekerja keras beberapa hari ini, biarlah besok kita berpura-pura sakit dulu, kita tidur-tiduran di kandang sepanjang hari.”

Kuda itu menjawab, “Boleh saja kalau engkau mau, tapi saya rasa saya akan pergi bekerja.”

Besok paginya, pada waktu petani itu datang, lembu jantan itu berpura-pura sakit, petani itu lalu menidurkan lembu itu lalu memberinya makanan rumput yang segar dan makanan bergizi lainnya untuk binatang itu, cukup untuk sepanjang hari itu, lalu ia pergi ke kebun bersama kuda dan membajak kebun.

Sepanjang hari lembu itu tidur-tiduran dalam kandangnya, mengunyah makanannya, mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengibas-ngibaskan ekornya.

Pada waktu malam ketika kuda itu kembali dari membajak, lembu jantan itu mulai bertanya, “Hey, bagaimana pekerjaannmu sepanjang hari ini dengan membajak sendirian saja?“.
“Ya.., memang agak berat, dan sedikit yang dapat kami kerjakan,” jawab kuda itu.

“Apakah ada sesuatu yang dikatakan petani itu mengenai saya?” Tanya lembu jantan itu.
“Tidak,” jawab kuda itu.

“Baiklah kalau begitu,” kata lembu jantan itu selanjutnya. “Besok saya rasa saya akan berpura-pura sakit lagi, sedap sekali sepanjang hari tidur-tiduran dan beristirahat di kandang.”

“Terserah kamu,” kata kuda itu, “tetapi saya akan tetap pergi membajak.”

Keesokan harinya lembu jantan itu berpura-pura sakit lagi. Petani itu memberikan dia makanan dan air minum secukupnya. Dalam kandang itu ia tidur-tiduran, mengedip-ngedipkan matanya, mengangguk-anggukkan kepalanya, mengibas-ngibaskan ekornya sambil mengunyah makanannya.

Pada waktu malam kuda itu tiba kembali dari pekerjaan membajak sepanjang hari, dan lembu itu bertanya lagi bagaimana pekerjaan mereka tanpa kehadirannya.

“Biasa saja, seperti kemarin,” jawab kuda itu dengan tenang.

“Apakah petani tua itu tidak mengatakan kepadamu tentang saya?” tanya lembu jantang itu ingin tahu.

“Tidak,” jawab kuda itu, “Tidak, ia tidak berkata apa-apa kepada saya, tetapi saya melihat dalam perjalanan pulang tadi ia berbicara lama sekali dengan seorang tukang potong binatang dan mereka membuat sebuah perjanjian untuk bertemu besok pagi-pagi sekali.”


"Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata." 
(Amsal 6:9-11)


Anonim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar