Laman

Selasa, 17 Mei 2011

Saat Doamu Tidak Terkabulkan

”Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28).

Ketika Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang alik Challanger, Frank Slazak melonjak kegirangan. Doanya terjawab sudah, kesempatan yang selama ini ia nanti-nantikan sudah ada di depan mata. Pada awalnya Frank memang berkeinginan kuat untuk menjadi seorang astronot, namun ia gagal memenuhi keinginannya tersebut dan kini ia menjadi seorang Guru, dan tak disangka profesi tersebut saat itu menjadi kriteria yang tepat oleh NASA untuk memperoleh kesempatan terbang bersama Challanger.
Tanpa menunggu lama Frank segera membuat surat lamaran keikutsertaannya dalam penerbangan Challanger ke Washington. Setelah berhari-hari menunggu dan berdoa akhirnya kesempatan Frank untuk mewujudkan keinginannya semakin mendekati kenyataan seiring datangnya sepotong surat lengkap dengan amplop berlogo NASA yang tergeletak dalam kotak pos didepan rumahnya. Surat dari Badan antariksa Amerika tersebut menambah keyakinan Frank semakin bulat untuk meluncur ke angkasa luar bersama Challanger. 
Doaku terkabulkan!! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku!!
Selama beberapa minggu kedepan Frank terus berdoa serta berharap. Kesempatan itu semakin dekat setelah NASA kemudian memberikan panggilan kedua kepada Frank untuk mengikuti sesi test fisik dan mental. Begitu selesai test, Frank kembali menunggu dan berdoa. Panggilan berikutnyapun datang lagi, Frank kembali dipanggil NASA untuk menyelesaikan tahap program latihan astronot khusus di Kennedey Space Center, dari 43.000 pelamar kini tinggal 100 orang berkumpul untuk penilaian terakhir, dan nama Frank Slazak termasuk didalamnya. Dalam test akhir ini Frank semangat dan kepercayaann dirinya semakin bertambah. Test simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, test mabuk udara semua dijalaninya dengan baik. 
Tuhan biarkanlah aku yang terpilih. Aku berdoa..!
Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. Ia gagal. NASA ternyata memilih nama Christina Mc Aufliffe untuk terbang bersama Challanger. Hati Frank hancur tak karuan, kepercayaan dirinya lenyap, kesempatan dan kebahagian yang ia bayangkan selama ini hilang sudah.
Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan bagitu kejam? Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."
Hari itu Selasa, 28 Januari 1986, Tuhan menjawab semua pertanyaan Frank.
Dengan perasaan yang hancur Frank berkumpul bersama teman-temannya untuk melihat secara langsung peluncuran Challanger. Semua mata di Amerika dan dunia menyaksikan pesawat itu meluncur ke angkasa. Saat Challanger melewati menara landasan pacu, Frank sekali lagi menantang kesempatannya berada dalam Challanger untuk terakhir kalinya.  
Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada didalam pesawat itu. Kenapa bukan Aku?
Dalam Tujuh puluh tiga detik kemudian, datanglah jawaban dari Tuhan pada Frank yang menghapus semua keraguannya. Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku, "Semua terjadi karena suatu alasan." Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku,Frank Slazak,masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Allah lebih besar daripada pergumulan kita. Dia mengetahui bahkan berjuta-juta langkah didepan kita, jauh sebelum kita mengetahuinya Allah sudah ada disana untuk kepentingan kita, jauh sebelum kita merencanakan sesuatu untuk masa depan kita, Dia sudah ada disana mengatur langkah kita saat ini dan merancangnya untuk kita. Dia memandang lebih besar daripada kita memandang, Dia melihat lebih jauh dari yang kita lihat, Dia mengetahui lebih daripada apa yang dapat kita pikirkan.

Disaat doamu tidak terkabulkan, percayalah bahwa Dia sudah ada disana, Ia mengatur segalanya untuk kebaikan kita.


By : Mata Air Yang Segar 
Sumber :  Frank Slazak (Semua Terjadi Karena Satu Alasan)

Sabtu, 14 Mei 2011

Kesetiaan HACHIKO

"Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya." (Amsal 19 : 22a)

Hachiko sebenarnya adalah nama seekor anjing, ia memiliki bulu putih kecoklatan dan lahir pada 10 November 1923 di Odate, Jepang. Nama Hachiko sudah dikenal luas di Jepang sebagai anjing paling setia di dunia, hingga masyarakat Jepang membangun sebuah monumen berupa patung perunggu Hachiko di stasiun kereta api di kota Shibuya sebagai wujud penghargaan atas kesetiaan Hachiko pada tuannya Profesor Hidesamuro Ueno. Patung anjing Hachiko tersebut juga dibuat sebagai lambang kesetiaan tulus yang dibawa sampai mati.
Profesor Ueno majikan Hachiko berprofesi sebagai seorang dosen berusia 53 tahun dan tinggal di kota Shibuya. Ia dikenal sangat dekat dengan anjing kesayangannya Hachiko. Kekraban Profesor Ueno dan Hachiko terlihat jelas setiap kali ketika mereka datang dan pergi di stasiun kereta api kota Shibuya, kota dimana mereka berdua tinggal.
Aktivitas Profesor Ueno setiap harinya dimulai bersama Hachiko, anjing kesayangannya itu selalu setia menemaninya setiap hari dengan berjalan kaki dari rumah mereka menuju stasiun kereta Shibuya, dan di stasiun kereta itu pula Hachiko dengan setia menunggu kedatangan Profesor Ueno tiba dari kereta setelah melanjutkan perjalanan dari kampus tempatnya mengajar.
Suatu saat keadaan cuaca di kota Shibuya sangat buruk, musim dingin yang hebat disertai salju yang tebal memenuhi jalan-jalan, pepohonan dan rumah-rumah warga tertutup oleh salju, cuaca terasa begitu dingin hingga menusuk ke tulang. Namun  keadaan itu tak menyurutkan kesetiaan Hachiko berjalan menemani majikannya menuju stasiun kereta Shibuya untuk bekerja seperti biasa. Bunyi terompet panjang tanda kereta akan berangkat menggelegar di stasiun kereta Shibuya, semua orang yang akan bepergian sibuk mempersiapkan diri dan barang-barang bawaan mereka memasuki gerbong-gerbong kereta, sementara Profesor Ueno masih menikmati kebersamaannya bersama anjing kesayangan dan juga sahabat setianya. Sebelum meneruskan perjalanannya ke tempat ia bertugas, Profesor Ueno mengelus-elus Hachiko, memeluknya dan berbicara dengannya, Hachiko membalas dengan menggongong ringan seakan berkata ia akan menunggu majikannya itu kembali. Profesor Ueno beranjak pergi, melambaikan tangannya pada Hachiko dan menghilang dalam gerbong kereta.
Sayangnya perpisahan itu adalah perpisahan terakhir mereka. Profesor Ueno tak kunjung kembali ke stasiun kereta Shibuya menjumpai Hachiko lagi. Ia mengalami serangan jantung secara tiba-tiba di kampus tempat ia mengajar, dan seketika itu juga nyawanya tak terselamatkan. Jenasah Profesor Ueno kemudian langsung dibawa oleh para kerabat ke kampung halaman mereka.
Sementara itu di stasiun kereta Shibuya Hachiko masih terus menunggu majikannya dengan gelisah. Sore hari tiba hingga menjelang malam Hachiko tak juga melihat kedatangan Profesor Ueno, satu demi satu kereta yang lewat dihampirinya untuk memastikan kedatangan majikannya tersebut. Malam semakin larut, tetapi harapan Hachiko untuk menemui Profesor Ueno tak juga terpenuhi.
Waktu demi waktu berlalu, Hachiko selalu datang dan pergi ke stasiun kereta Shibuya pada sore hari pukul 3 untuk menantikan kedatangan Profesor Ueno, hal itu kemudian mengundang banyak orang merasa sangat terharu melihat kesetiaan Hachiko pada majikannya, hingga Hachiko segera menjadi bahan pembicaraan orang banyak di daerah itu. Kabarnya ada seekor anjing dengan setia menunggu kedatangan majikannya yang ternyata sudah meninggal dunia di sebuah stasiun kereta. Orang-orang yang merasa iba pada Hachiko berdatangan untuk membujukknya atau sekedar melihatnya.
Dan tibalah pada suatu saat yang mengharukan ; seorang petugas di stasiun kereta Shibuya datang dengan kabar telah ditemukannya seekor anjing tewas dalam keadaan meringkuk kaku pada sebuah ruang tunggu stasiun kereta itu, dan anjing itu adalah Hachiko.
Ia mati dalam kesetiaannya menantikan kedatangan majikkannya selama bertahun-tahun di stasiun kereta Shibuya. Oleh sebab itu sampai sekarang di depan stasiun kereta Shibuya tetap berdiri sebuah patung seekor anjing bernama Hachiko, sebuah patung lambang kesetiaan tulus yang dibawa sampai mati, sebuah penghargaan yang setimpal dengan kesetiaannya menantikan kedatangan sang majikan sampai akhir hayatnya.

Sebuah kesetiaan dapat mengukur dalamnya cinta seseorang. Cinta sejati dapat terlihat dari kesetiaan yang diberikan. Jika saat ini Anda sedang membangun sebuah hubungan dengan sesama dan Tuhan, berikanlah kesetiaan Anda.  
Kesetiaan adalah penghargaan tertinggi yang dapat diberikan oleh seseorang dalam suatu hubungan.





By : Mata Air Yang Segar

Charles Darrow

“Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.” (Pengkhotbah 11 : 6).

Charles Darrow sebelumnya hanyalah seorang pemuda biasa berusia 20-an tahun dari Pensylvania, Amerika. Ia dan kekasihnya Esther mempunyai impian untuk menjadi jutawan, dan mereka percaya bahwa suatu saat nanti impian mereka tersebut akan benar-benar menjadi kenyataan. Beberapa waktu kemudian Charles menikahi Esther. Namun dalam perjalanan kehidupan rumah tangga mereka keadaan malah berbalik arah jauh dari harapan mereka, pada tahun 1934 resesesi ekonomi melanda negara mereka dan rakyat mengalami krisis finansial yang begitu memprihatinkan, sehingga dengan terpaksa Charles dan Esther harus menjual satu per satu harta benda mereka hanya untuk dapat bertahan hidup. Dalam keadaan yang serba sulit tabungan keduanyapun semakin menipis, hari demi hari keadaan ekonomi mereka semakin terpuruk. Impian Charles untuk menjadi seorang jutawan seakan hilang terkubur dalam keadaan yang serba kekurangan.
Untuk memanfaatkan waktu yang masih tersedia Charles bersama istrinya kemudian bermain “uang-uangan”, sambil merencanakan bisnis apa saja yang dapat mereka kelola jika suatu saat nanti mereka memiliki cukup dana. Mereka  memotong beberapa lembar kertas serta menuliskan sejumlah nominal uang pada kertas-kertas tersebut seolah-olah itu adalah uang asli.Waktu demi waktu berlalu dan kebiasaan mereka ini terus berlanjut sehabis keduanya makan malam. Akan tetapi dalam keadaan yang serba sulit ini malah membuat suatu hari Charles menemukansebuah ide cemerlang, yaitu menciptakan permainan bertemakan uang. Charles dan Esther lalu menambahkan permainan uang-uangan mereka dengan ide-ide yang kreatif, yakni apa saja yang mereka bisa peroleh dengan “uang” sebanyak yang mereka miliki, mereka menambahkan rumah-rumahan kecil dan membelinya dengan uang-uangan tersebut, dan juga menambahkan aset-aset lainnya seperti hotel dan tanah untuk diperjual belikan, ada juga “Bank” sebagai tempat penyimpanan dan meminjam “uang”, hingga akhirnya mereka menyempurnakan permainan itu dengan sebuah papan permainan serta dadu, dan hasilnya?...
Charles Darrow adalah si penemu salah satu permainan paling populer didunia yaitu permainan Monopoli. Dalam perkembangan selanjutnya Charles kemudian menawarkan kerjasama pertama untuk memasarkan permainan barunya tersebut kepada pihak Parker Brother namun sayang presentasinya ditolak. Tetapi hal itu tidak lantas membuatnya merasa putus asa. Ia lalu menemui seorang rekannya yang memiliki mesin cetak dan mulai mencetak permainan barunya sendiri. Alhasil permainan Monopoly Charles ternyata laku keras di pasaran Pensylvania hingga  terjual sebanyak 5000 set permainan Monopoli,  sampai-sampai ia tak mampu lagi memproduksinya sendiri.
Untuk kedua kalinya Charles kembali mengajak Parker Brother bekerjasama memasarkan permainannya itu, kali ini tawarannya disambut dengan baik dan permainannya menjadi produk permainan terbaik di Amerika.
Hingga saat ini permainan Monopoly diperkirakan sudah dicetak sedikitanya dalam 26 bahasa dan telah dimainkan oleh 500 juta orang diseluruh dunia, yang akhirnya mengantarkan Charles Darrow berhasil mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang jutawan.

Ada 2 hal positif yang dapat kita petik dari perjalanan hidup Charles Darrow :
  1. Jadilah orang yang kreatif.Jangan biarkan kreatifitas Anda terpendam oleh karena keadaan dan kondisi yang tidak menguntungkan bagi Anda. Potensi yang tidak dikembangkan secara kreatif sama halnya dengan perumpamaan tentang seorang hamba tidak berguna yang hanya menguburkan talenta pemberian dari tuannya kedalam tanah yang seharusnya ia lipatgandakan (Matius 25:14-30).
  2. Milikilah sebuah mimpi yang hendak Anda capai. Sebuah mimpi yang jelas memperkuat setiap langkah dan tindakan kita untuk berusaha mencapainya,sehingga kita tidak akan mudah menyerah dengan setiap tantangan dan hambatan yang akan ditemui.
Kemalasan dan sikap mudah menyerah sesungguhnya adalah faktor penghambat utama kegagalan diri kita untuk menerima berkat-berkat yang telah Allah sediakan bagi kita.

Johny Dan Seekor Bebek

“ Jika kita mengaku dosa kita, maka ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)

Pada musim liburan panjang sekolah, Johny dan kakaknya Sally pergi berlibur ke rumah nenek mereka di sebuah desa pertanian yang luas penuh dengan tanaman dan ternak. Dari jauh mata memandang terlihat tanaman perkebunan dan rumput hijau menjulang naik turun bukit. Diujung jalan yang berkelok-kelok tampak sebuah rumah berdinding putih dan teduh tepat diatas bukit, disitulah nenek Johny dan Sally tinggal. Hari-hari liburan mereka dihabiskan dengan bermain di ladang-ladang pertanian dan peternakan, memberi makan ternak dan memakan buah-buahan yang ada di sekitar rumah. 
Setelah lelah bermain sepanjang hari merekapun membagi tugas, Sally mencuci piring dan membersihkan semua ruangan rumah, sedangkan Johny menyiram tanaman dan membantu memasukkan ternak ke kandangnya. 
Suatu saat Johny ingin pergi berburu, ia lalu mengambil senapan berburu yang tergantung diatas dinding rumah, dan berjalan keluar menuju ke halaman belakang rumah. Johny melihat-lihat ke sekelilingnya mengarahkan pandangan ke pepohonan mencari tupai ataupun burung yang sedang hinggap. Lama menunggu tak ada tanda-tanda burung ataupun tupai yang mampir, dan yang dilihatnya hanyalah kerumunan bebek berjalan beriringan dibawah pohon. Tanpa menunggu lama dengan perasaan kesal Johny mengarahkan senapannya kearah bebek-bebek itu dan doorrrr….!! Terdengar senapan Johny meledak menghantam salah satu bebek dan bebek itu langsung jatuh terkulai. Melihat bebek tersebut mati Johny menjadi panik. Dengan perasaan takut ia kembali memandang ke sekelilingnya, tidak ada seorangpun melihatnya. Johny lalu menggali sebuah kolam kecil dan mengubur bebek yang dibunuhnya itu. Merasa keadaan sudah aman ia segera kembali ke rumah. 
Waktu makan siangpun tiba, Johny, Sally dan neneknya kembali berkumpul di meja makan untuk menikmati makan siang mereka. Setelah selesai menikmati makan siang Sally lalu berkata pada Johny “ Johny tolong cuci piring dan bersihkan ruangan rumah, aku akan segera istirahat dan bermain setelah aku bangun.“ “Bukankah itu tugasmu? aku tidak akan melakukannya” bantah Johny. “Lakukan saja apa yang aku katakan Johny” kata Sally. “ Tidak itukan tugasmu, kita sudah membagi tugas masing-masing, jangan lagi menyuruhku melakukan tugasmu” Johny menegaskan. Sambil berjalan menuju kearah Johny Sally berbisik dan mengacungkan jarinya pada Johny “ingat bebek!!”. Mendengar perkataan Sally itu jantungnya terasa hampir copot. Johny terpaksa harus melakukan semua pekerjaan yang ada di rumah itu, tugasnya dan juga tugas Sally, sementara Sally hanya asyik bermain, dan jika Johny tidak mau melakukan pekerjaannya, Sally selalu berbisik padanya “ingat bebek”!!  
Setelah beberapa hari mengerjakan semua tugas akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun.
Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, "Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu." 

Banyak perkara baik yang tidak pernah Anda duga sebelumnya akan menyertai Anda ketika  Anda berani mengambil keputusan untuk mengakui kesalahan yang telah Anda lakukan pada siapapun juga. Kejujuran adalah pintu bagi sebuah penyelesaian. Bersikap jujur dan terbuka dengan mengakui kesalahan yang telah Anda lakukan tidak akan menyakiti Anda lebih dalam daripada tetap tinggal dalam perasaan bersalah.



By : Mata Air Yang Segar
Ilustrasi asli : The Duck

Kue Kehidupan

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29”11)

Deby pulang dari sekolah mengayuh sepedanya kencang-kencang dengan perasaan kesal dan marah hingga sampai di rumah. Dengan tergesa-gesa Deby melemparkan sepedanya kecilnya itu begitu saja di garasi rumah kemudian mengucapkan salam pada ibunya yang sedang berada didepan oven pembuat kue. “Selamat siang ma...ini hari yang buruk bagiku dan sangat membosankan..!! Deby mengeluh pada ibunya. Tanpa mempedulikan senyuman ibunya Deby langsung masuk ke kamar dan mengambil sebuah kertas lalu mencatat hal-hal buruk yang terjadi dihari ini, ia menulis baris demi baris. 1. Aku sedih dan kecewa karena sahabat baikku hari ini pindah ke kota lain mengikuti orang tuanya tanpa memberitahukan padaku sebelumnya. 2. Aku marah karena hari ini semua teman mengejekku menangisi kepergian sahabatku hingga sekolah berakhir. 3. Mengapa hari ini semua nilaiku buruk dan aku harus mengulanginya minggu depan seorang diri. Dan pada akhir catatannya Deby menulis. Aku heran mengapa hari ini semua keadaan berbalik menyerangku? Deby membuang penanya ke lantai dengan kesal. Tak lama kemudian terdengar suara ibunya memanggil “Deby…Deby…bantu ibu menyelesaikan kue ini sebentar lagi teman ibu akan datang mengambilnya.” “Ppppffff....lengkap sudah penderitaanku,” Deby menggumam sambil mengambil kertas yang telah ditulisnya. “Iya ibu aku segera datang.” Deby segera keluar menemui ibunya. “ Ibu, bacalah kertas yang kutulis ini dan aku harap ibu tidak memarahiku lagi karenanya.” kata Deby. Ibu Deby kemudian mengambil kertas dari tangan Deby sembari membuat adonan kue didepannya, membacanya sejenak dan berkata “ Deby maukah kau mencoba memakan adonan ini? Cobalah dulu dengan memakan tepung ini.” “ iiiikkss...ibu, itu sama sekali tidak enak.” jawab Deby sambil menggelengkan kepalanya, “Atau jika kau tidak mau cobalah dulu memakan mentega ini,”sahut ibu Deby, “agghhh...perutku bisa sakit dan kembung jika memakannya ibu dan rasanya sama sekali tidak enak!” Deby menjawab, dengan tenang ibu Deby menanyakan kembali, “Hhhmm baiklah jika kau tidak mau, makanlah telur mentah ini,” “Aku  tidak mau semua itu menjijikkan, telur mentah membuatku pusing dan mau muntah.” jawab Deby, Ibu apa kau mau mencelakakanku?” kata Deby menambahkan, lalu Ibu Deby menjelaskan padanya : “Nak, semua itu adalah bahan untuk membuat kue, jika kita memakannya terpisah-pisah dan belum dijadikan adonan kemudian dibakar itu semua sama sekali tidak enak, tetapi coba kau perhatikan apa yang ibu lakukan dengan kue ini setelah ibu mengolahnya dan membakarnya di oven menjadi sebuah kue tart yang lezat apa kau masih tidak mau mencicipinya..? Jangalah risau, marah dan kecewa dengan apa yang kau alami hari ini Deby, karena jika kau tahu semua yang kau alami hari ini sama dengan proses ketika ibu membuat kue saat ini. Mungkin kau belum mengertinya sekarang, namun setelah kau bertambah besar kelak kau akan mengerti apa yang ibu katakan padamu hari ini.Janganlah bersedih.”

Allah bekerja dengan cara yang sama dalamkehidupan kita.Persoalan-persoalan yang kita alami sesungguhnya merupakan bagian dari adonan “kue kehidupan” yang hanya dapat kita nikmati hasilnya dan keindahannya setelah kita mengizinkan proses itu terjadi atas kita. 
Ia memiliki takaran “resep” yang tepat untuk mengukur batas-batas kemampuan dan kekuatan kita dalam menghadapi pencobaan sehingga persoalan yang kita hadapi tidak akan melebihi kekuatan kita (1 Korintus 10:13)
Ia memakai proses didalam setiap persoalan  untuk membentuk, mengolah, mengubahkan kita sedemikian rupa, menjadikan kita kuat dan membuat pribadi kita matang untuk menjalani kehidupan yang dikehendaki-Nya serta menikmati berkat-berkatnya-Nya yang telah disediakan-Nya didepan kita.

Selamat Menikmati “Kue Kehidupan”.


By : Mata Air Yang Segar
Ilustrasi : Anonim