Laman

Senin, 18 Juli 2011

Kapak Yang Hilang

Suatu hari seorang pria membelah kayu bakar untuk dibawanya pulang. Setelah semua kayu terkumpul, ia lalu berangkat pulang memikul kayu-kayu bakarnya ke rumah. Sesampainya di rumah ia merasa telah kehilangan kapaknya. Dia lalu mencurgai bahwa kapak tersebut telah dicuri oleh anak tetangganya, maka dia selalu mengamat-amati gerak-gerik si anak dengan cermat setiap hari.  Anak itu berjalan seperti pencuri, kelihatan seperti pencuri, dan berbicara seperti layaknya pencuri.   

Beberapa hari kemudian, orang itu menemukan kapaknya yang ternyata tertinggal pada waktu dia menebang pohon.

Keesokan harinya ketika dia melihat anak itu kembali; anak itu berbicara, berjalan dan berpenampilan seperti anak-anak yang lain, dan dia tidak kelihatan seperti pencuri lagi.


Pesan moral :
Tidakkah terkadang kita bertindak seperti pria yang kehilangan kapaknya?



"Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu : Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu."
(Matius 7:3-4)



Anonim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar